Manajemen Toko Kelontong

Manajemen Toko Kelontong

 

Tanya :

Saya seorang karyawati perusahaan swasta yang sedang berencana keluar dari perusahaan, karena baru saja melahirkan. Saya berencana membuka toko kelontong di rumah, agar bisa bekerja sambil mengurus bayi (anak). Mohon saran dan masukan pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus (UMK) untuk memberikan masukan bagaimana mengelola toko kelontong yang baik.

 

Tika,Mlati, Kota, Kudus    

 

 

Jawab :

Toko Kelontong adalah salah satu unit bisnis yang saat ini banyak dilirik para pebisnis baru. Walaupun sudah banyak minimarket berdiri, namun keberadaan toko kelontong tidak surut karena bisnis ini bisa menjangkau tempat yang tidak terjangkau toko modern tersebut, seperti perkampungan dan gang kecil yang target pasarnya adalah tetangga dan orang di lingkungan sekitar.  

Maka, membuka usaha toko kelontong ini cocok sekali untuk Anda yang ingin fokus berada di rumah sekaligus bisa mengurus keluarga, apalagi Anda baru saja melahirkan. Sebab, membuka toko kelontong tidak membutuhkan keahlian khusus dan modal besar. Untuk memulainya bisa fokus ke penyediaan kebutuhan rumah tangga seperti sembako, perabot rumah tangga, serta perlengkapan alat tulis kantor.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar toko kelontong tetap laris. Lokasi yang strategis tetapi tidak terlalu dekat dengan toko kelontong lain, adalah faktor utama agar tidak muncul persaingan yang tidak sehat.

Gunakan etalase dan susun barang dagangan semenarik mungkin dan mudah dilihat pelanggan. Pisahkan peletakan antara makanan dan barang yang memiliki bau tajam seperti sabun dan lainnya. Anda bisa menggunakan bagian dari rumah Anda seperti garasi atau teras rumah, bahkan halaman rumah Anda untuk menekan biaya modal awal.

Anda juga bisa mencari distributor barang berkualitas dengan harga lebih murah. Susun daftar barang yang akan disediakan di toko kelontong Anda. Buat prioritas barang mana yang akan cepat laku dijual, artinya selalu cek ketersediaan barang agar stok selalu tersedia.

Dalam berbisnis, dibutuhkan pula komitmen. Jangan lupa untuk selalu datang ke toko dan melayani pelanggan dengan ramah, meskipun Anda sudah mempunyai karyawan yang membantu. Pada dasarnya, pelanggan lebih suka dilayani pemilik toko. Ini merupakan bagian dari memuaskan pelanggan.

Pelayanan yang memuaskan pelanggan ini penting dan menjadi salah satu kunci utama sukses bisnis yang Anda jalani. Ini sangat penting diperhatikan, karena produk yang Anda jual tidak memiliki keunikan dibanding produk yang dijual kompetitor.

Perhatikan harga jual. Anda harus jeli dalam menentukan harga jual. Perhatikan harga di wilayah Anda. Jangan sampai harga barang di toko Anda lebih mahal dibanding toko lain. Jangan juga Anda menjual barang dengan harga semurah-murahnya. Anda dapat menuliskan harga jual barang dalam selembar kertas dengan warna yang menarik jika yakin harga jual anda lebih murah dibanding kompetitor.

Anda bisa membuat spanduk dengan tulisan “Dapatkan Harga Murah Tiap Hari Di sini”. Secara psikologis, tulisan “Murah” akan lebih mendorong calon pembeli masuk toko Anda. Pada waktu-waktu tertentu, buatlah promosi menarik untuk pembeli. Misalnya, ”Dapatkan 1 bungkus mie instant dengan membeli beras 10 kg” atau “Kumpulkan 5 nota pembelian dengan total Rp 200 ribu dan dapatkan 1 bungkus Gula Pasir”. Tentu saja dalam membuat program promosi Anda harus melakukan perhitungan yang matang agar tidak sampai rugi.

Jika pembeli berbelanja dalam jumlah besar, Anda bisa memberikan bonus jasa pengiriman barang secara gratis sampai ke rumah. Biasanya pembeli akan merasa senang jika mereka dibantu dan diperhatikan. Semoga usaha Anda akan sukses dan dapat terus berkembang. (Tim Pengasuh Klinik UMKM UMK)

 

 

Perlu Ketekunan Kembangkan Usaha Kuliner

Perlu Ketekunan Kembangkan Usaha Kuliner

 

Tanya :

Saya ibu rumah tangga yang mencoba merintis usaha kue. Kualitas produksi senantiasa Saya perhatikan, namun tetap menghadapi permasalahan saat memasarkan, yakni tidak banyaknya pembeli. Pendapatan tidak maksimal, dan hanya menutup untuk modal awal saja. Jika ini terus berlangsung, lama kelamaan usaha bisa bangkrut jika tidak segera teratasi. Mohon saran dan  masukan pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus (UMK), bagaimana agar pemasaran produk Saya bisa meningkat.

Rina, Demak

 

Jawab :

Usaha kuliner merupakan usaha yang bergerak di bidang kebutuhan pokok manusia. Selain keuntungan  inggi, umumnya usaha ini memiliki potensi yang cukup bagus dan menjanjikan untuk dikelola. Karena merupakan kebutuhan pokok manusia, apapun dan bagaimanapun, mau tidak mau harus dipenuhi. Bisa dilihat, bidang usaha yang menyediakan kebutuhan pokok, cenderung stabil dan memiliki pangsa pasar yang lebih luas. Meski begitu tetap harus melakukan analisis peluang usaha, sebelum memutuskan membangun usaha kuliner. Pasalnya, usaha ini tidak sekadar bergerak di bidang produksi, tetapi juga mencakup jasa dan pemasaran sekaligus. Maka, sebelum membuka usaha makanan, sebaiknya disiapkan nama usaha yang menarik, unik, dan mudah diingat konsumen. Mulailah pemasaran dengan memperkenalkan produk makanan kepada masyarakat sekitar, sehingga masyarakat bisa mengetahui apa kelebihan produk makanan Anda, harga yang ditawarkan, hingga layanannya. Anda bisa membuat event dan mengundang masyarakat luas untukberkunjung ke bisnis makanan Anda. Selain itu, ambil karyawan dari lokasi sekitar usaha Anda. Harapannya, karyawan Anda secara tidak langsung akan menjadi agen promosi kepada kerabat dan rekannya. Selain itu, bisa dengan memberikan potongan harga pada event–event tertentu, seperti saat grand opening, ulang tahun usaha, atau dengan
memberikan paket harga khusus pada hari–hari tertentu, misalnya hari libur, Lebaran, Natal, dan tahun baru.

Brosur, pamflet, ataupun spanduk bisa juga dipergunakan untuk mempromosikan potongan harga yang ditawarkan. Buat juga jaringan usaha dengan rekan maupun kerabat dekat juga bisa membantu Anda untuk mengembangkan bisnis. Membangun jaringan bisa dilakukan dengan memberikan test product pada rekan atau kerabat. Sedang untuk menghindari kejenuhan konsumen, ciptakan inovasi pada menu yang ditawarkan, paling tidak enam bulan sekali. Perlu disadari, bahwa peluang usaha kuliner akan bagus jika sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen. Artinya, produk Anda tidak harus terpaku pada produk usaha kuliner yang sudah ada, tetapi dapat menciptakan produk kuliner yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat. Untuk itu, bisa dilakukan survei kecil kepada calon pelanggan tentang
apa yang menurut mereka menjadi kekuatan produk anda, serta apa yang mereka harapkan dari produk baru. Apabila produk sudah sesuai dengan selera konsumen, maka dijamin pesanan akan terus mengalir. Memang ini tidak menjamin 100 %, karena ada juga konsumen yang suka mencari selera makan yang pas, juga  tempat yang sesuai. Maka harus dipahami, bahwa menekuni bisnis pembuatan makanan memang membutuhkan ketekunan dan keuletan tinggi. Dalam memberikan pelayanan bagi konsumen, misalnya, perlu memperhatikan waktu penyajian, kualitas, cita rasa, kebersihan, keamanan, dan lokasi usaha juga harus diperhatikan.

Di luar itu, beberapa faktor lain yang memengaruhi kesuksesan usaha kuliner, yakni produk, sarana dan prasarana, kemampuan manajemen, tingkat kebutuhan, minat konsumen, kondisi persaingan pasar, dan bahan baku produksi. Demikian, semoga Anda sukses menjalankan usaha di masa-masa yang akan datang. (Tim Pengasuh Klinik UMKM Universiras Muria Kudus).

Pengembangan Produk Celana Pendek

Pengembangan Produk Celana Pendek 

 

Tanya :

Kami pengusaha konveksi kecil dengan produk spesialisasi aneka model celana pendek. Bagaimana caranya agar produk celana pendek kami diminati konsumen dan tidak mudah ditiru oleh sesama pengusaha konveksi sejenis. Sebab, setelah Lebaran (Idul Fitri-Red), pasar mengalami kelesuan dan menurunnya permintaan barang.

 

Devi, Kriyan, Jepara

Jawab:

Lingkungan bisnis selalu berubah. Maka, pelaku usaha mesti mampu melihat berbagai peluang di satu sisi, sekaligus mampu memprediksi berbagai ancaman yang akan muncul di masa-masa mendatang, tak terkecuali di bidang industri (usaha) konveksi.

Produk celana pendek sebagai salah satu varian dalam usaha konveksi, memang memiliki pangsa pasar yang bagus dan banyak diminati konsumen. Maka, perlu pengembangan model dengan memperhatikan perkembangan model fashion yang sedang menjadi trend.

Disadari atau tidak, pengembangan model produk celana pendek dengan memperhatikan, merupakan salah satu bentuk layanan terhadap konsumen. Yakni bagaimana memberikan pilihan-pilihan produk sesuai selera.

Terkait hal itu, ada beragam perilaku pelaku usaha untuk melakukan inovasi-inovasi dan perkembangan pasar, agar usaha yang digelutinya semakin diterima oleh pasar, yang berdampak positif pada perkembangan usaha di masa depan.

Pertama, amati perubahan perilaku konsumen. Mengamati perubahan perilaku konsumen ini sangat penting, karena dengan itulah maka pengusaha akan mengetahui kebutuhan, keinginan, dan  permintaan pasar atau konsumen.

Kedua, amati perilaku pesaing dalam melayani konsumen. Ini juga menjadi persoalan yang harus mendapatkan perhatian, karena pesaing juga dapat mempengaruhi konsumen kita. Perilaku konsumen yang positif akan memacu usaha saudara untuk berbuat lebih kreatif.

Ketiga, melakukan tahap-tahap dalam new product development. Yaitu mulai dari pengembangan ide, idea screening, pengembangan produk, melakukan pengujian terlebih dahulu, lalu komersialisasi.

Pentahapan dalam new product development ini sangat penting, karena output dari usaha konveksi celana pendek ini adalah produk, bukan jasa. Jadi pengembangan model fashion celana pendek sangat diperlukan agar tidak ketinggalan model. Bida dengan meniru pakaian artis yang baru trend atau dengan mencari referensi di internet.

Keempat, memanage pemasaran new product tadi dengan efektif dan efisien. Jika produk baru diluncurkan, jangan lupa memantau pemasarannya; apakah produk yang baru dirilis diminati atau tidak, untuk melihat kekurangan dan kelebihan produk baru itu.

Kelima, ada penanggung jawab. Siapa yang memantau terhadap produk baru yang dirilis, harus jelas. Maka, pilih atau ambil satu karyawan yang bertugas untuk menangani ini. Dan jangan lupa lakukan evaluasi atas berbagai pengembangan produk yang dilakukan. Semoga bermanfaat. (Tim pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

 

 

Tips Pengelolaan Keungan untuk Usaha Kecil

Tips Pengelolaan Keungan untuk Usaha Kecil

 

Tanya :

Saya ibu rumah tangga yang berbisnis kecil-kecilan dengan membuka warung kelontong di rumah. Modal awal saya dapatkan dari menjual perhiasan. Sudah hampir satu tahun,  Alhamdulillah banyak pelanggan. Tetapi kenyataannya, saya tidak memiliki tabungan sama sekali, karena penghasilan dari usaha selalu habis sebelum ditabung. Kalau pun ada yang bisa ditabung, jumlahnya hanya sedikit. Boro-boro buat pengembangan usaha, terakhir untuk modal belanja isi warung, saya harus berhutang pada kakak ipar. Saya mengalami kesulitan memisahkan uang pribadi dan uang hasil usaha. Mohon saran dan masukannya.

 

Ningrum, Peganjaran, Bae, Kudus


Jawab :

Pengelolaan keuangan usaha, sering membuat para pengusaha kalang kabut. Mereka selalu merasa omzet yang diperolehnya sudah cukup besar, tetapi labanya selalu habis tanpa sisa di kas usaha. Salah satu penyebab usaha kecil  tidak bisa berkembang, juga karena masalah ini. Kebanyakan pengusaha pemula, tidak bisa memisahkan antara uang hasil usaha dan uang pribadi.

Jika uang hasil usaha dan uang pribadi tidak dipisah, pemilik usaha akan kewalahan dalam mengelola uangnya. Bagaimana jika sewaktu-waktu keluarga membutuhkan biaya besar, dan langsung mengambil dari toko, dan ternyata besoknya toko tidak bisa lagi belanja barang dagangan.

Begitu juga jika ternyata usaha sedang sepi, bisa-bisa dapur Anda jadi ikut terpengaruh oleh sepinya toko. Ini tentu saja tidak baik untuk usaha maupun keluarga. Lantaran uang hasil usaha tergerogoti oleh kebutuhan pribadi, dan ketika usaha merugi maka uang pribadi pada akhirnya ikut digunakan untuk operasional usaha.

Dan usaha yang awalnya kita harapkan menjadi sumber penghidupan, pada akhirnya  tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Perlu dipahami, pemisahan pencatatan uang pribadi dan uang usaha, bisa memberikan informasi lebih jelas tentang keadaan finansial.

Meski memiliki usaha, bukan berarti seseorang bebas mempergunakan uang hasil usaha sesukanya, karena ini akan menganggu arus kas usaha. Memisahkan uang hasil usaha dan uang pribadi, bukan berarti juga tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Boleh saja menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi, tetapi harus jelas berapa yang diperbolehkan diambil.

Maka tentukan besar prosentase keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha. Misalnya, berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk membayar gaji karyawan, berapa persen untuk operasional, untuk cadangan kas usaha, keuntungan, tabungan pribadi, cicilan hutang, sampai berapa persen yang untuk pengembangan usaha.

Cara tersebut bisa membantu Anda mengelola keuangan usaha sesuai dengan porsi yang sudah ditentukan pada saat memulai usaha. Pola pembagian jumlah persentase, ini boleh ditentukan sendiri. Buatlah pembukuan yang rapi untuk mengontrol semua transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, serta hutang dan piutang yang dimiliki usaha untuk mengevaluasi perkembangan usaha.

Pencatatan keuangan juga sangat diperlukan untuk mengukur apakah kinerja dan target usaha sudah tercapai atau belum. Banyak usaha kecil yang sebenarnya berpotensi berkembang, tetapi akhirnya bangkrut hanya karena tidak membuat pencatatan keuangan yang baik.

Selanjutnya, mengembangkan usaha dengan dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Namun hati-hatilah, sebab bila kondisi keuangan usaha kurang baik, adanya beban cicilan hutang, hanya akan memperburuk keadaan usaha. Untuk itu, jika pemasukan yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan usaha, sebisa mungkin kurangi risiko berhutang.

Jangan lupa kontrol arus kas usaha. Bila lancar, maka segala kewajiban yang harus dibayar perusahaan juga bisa terpenuhi. Sebagian besar peluang usaha akan terganggu segala operasionalnya, jika kas usaha yang ada tidak berjalan lancar. Kunci dari keberhasilan pengelolaan uang usaha, adalah komitmen. Jangan ambil uang buat pribadi meskipun sedang butuh. Bila terpaksa ambil, catat dan dikembalikan segera. (Tim Pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

 

Menjaga hubungan baik dengan stakeholder

Menjaga hubungan baik dengan stakeholder

Tanya :

Saya pemilik usaha jasa setting, melayani beragam macam jasa, seperti pemesanan berbagai macam undangan, pembuatan stempel, spanduk, suvenir, dan lain-lain bahan cetakan. Karena banyaknya macam-macam pemesanan itu, sering kali ada kesalahan dalam hal kerjasama karena kurangnya komunikasi dengan pelanggan serta pemasok bahan. Langkah apa yang harus dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan? 

Bu Vira, Kecamatan Mayong, Jepara

 

Jawab:

Keberlangsungan bisnis sangatlah penting. Maka, dalam menjalankan sebuah usaha, hendaknya selalu menjaga kualitas produk dan menjaga untuk nama baik (image) perusahaannya. Perlu disadari, image memegang peranan penting dalam dunia usaha.

Selanjutnya, mengingat usaha Anda di bidang jasa, menjaga hubungan baik dan komitmen yang sudah disepakati dengan stakeholders, merupakan salah satu kunci sukses dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dengan merawat hubungan baik itulah, maka trust (kepercayaan) pelanggan terhadap usaha Anda akan terjaga. Sekali lagi, ini penting, karena keberlangsungan sebuah usaha pada dasarnya ditopang dengan kepercayaan pelanggan.

Lalu, bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan relasi atau pelanggan? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, memahami kerjasama dengan stakeholder. Pemahaan akan stakeholders ini tidak bisa diabaikan, karena dengan itulah, Anda bisa memahami kebutuhan dan keinginan mereka.

Kedua, menjaga komitmen. Kelihatannya, ini persoalan sederhana. Tetapi siapa sangka, bahwa komitmen ini juga menjadi hal penting yang harus dimiliki pelaku usaha, agar sukses menjalankan roda usaha dan mengembangkannya.

Sebab, tanpa komitmen, apapun, tidak akan bisa berjalan maksimal. Bahkan, kemungkinan kegagalan menjadi tak terhindarkan karena tiadanya komitmen ini. Maka, komitmen harus dimiliki setiap pelaku usaha, meski dalam usaha kecil sekalipun. Dengan komitmen, maka setiap kerja sama yang dilakukan, akan berjalan dengan baik dan hasilnya pun maksimal.

Ketiga, merawat hubungan baik yang telah terjalin. Keempat, evaluasi. Kerja sama dan hubungan baik yang sudah terjalin baik dengan para pelanggan, harus dievaluasi. Evaluasi ini tentu harus menyeluruh.

Dari hasil evaluasi, akan diketahui apakah kinerja yang dilakukan dalam menjalankan usaha, baik atau belum. Jika baik, maka harus ditingkatkan. Jika belum baik, maka Anda mesti kerja lebih keras lagi, agar usaha yang dijalankan semakin sukses.

Demikian sedikit saran dan masukan yang bisa kami sampaikan. Semoga usaha yang Anda lakukan, senantiasa diberi kesuksesan dan syukur bisa membuka peluang kerja lebih banyak bagi masyarakat. (Tim pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

 

 

Halaman 12 dari 23

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top