Pengembangan Varian Keripik

Pengembangan Varian Keripik  

Tanya:

Saya pengusaha kripik di Kabupaten Jepara. Saya ingin mengembangkan produk dengan cara menambah varian rasa dalam kripik tersebut. Bagaimana caranya supaya produk tersebut disukai masyarakat dan laku di pasaran?

Rina, Jepara

Jawab:

Pengembangan varian sebuah produk, merupakan langkah maju bagi institusi bisnis atau usaha. Namun sebelum melakukan pengembangan, perlu kiranya mencermati (mengkaji) berbagai hal atau kemungkinan-kemungkinan di pasaran.

Untuk melakukan pengembangan varian produk Anda, banyak hal yang perlu diperhatikan. Pertama, cari gagasan baru. Gagasan mengembangkan produk baru ini, agar produk yang akan Anda lempar di pasar, benar-benar memiliki kekhususan (pembeda) atau bahkan belum ada pesaing lain yang memiliki.

Kedua, eliminasi produk yang tidak sesuai dengan kemampuan, keahlian atau tujuan perusahaan. Setelah menyeleksi gagasan, ujilah produk yang akan Anda kembangkan. Kajilah terlebih dahulu, apakah produk itu nantinya bisa disukai konsumen atau tidak.

Karena produk yang Anda kembangkan adalah keripik, maka untuk mengetahuinya bisa dengan menguji melalui saudara atau teman-teman terdekat, untuk mencicipi, mencoba, dan kemudian tanyakan mengenai kekurangannya, sehingga bisa diantisipasi sebelum produk benar-benar diproduksi besar-besaran untuk dilempar ke pasaran.

Kajian-kajian dan pengujian seperti ini sangat penting, karena jika produk baru yang Anda ciptakan tidak sesuai dengan keinginan konsumen (pasar), maka itu sama artinya hanya membuang biaya produksisemata.

Setelah menjaring pendapat (masukan) dari keluarga atau teman-teman terdekat, bandingkan biaya produksi dengan manfaat produk yang Anda ditawarkan. Kemudian setelah itu, hitung potensi keuntunganyang akan Anda dapatkan dari produk baru yang akan dipasarkan.

Setelah itu, lakukanlah promosi produk baru Anda kepada setiap orang dengan baik. Komunikasi sangat penting untuk membangun citra (image building) dari produk baru Anda. Maka manfaatkan hubungan baik dengan berbagai kalangan untuk berpromosi. Anda bisa mencapai target penjualan yang baik jika mampu melakukan promosi dengan tepat.(Tim pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

Mengelola Konflik Antarkaryawan

Mengelola Konflik Antarkaryawan

 

Tanya:

Pengasuh Klinik UMKM yang terhormat, Saya mempunyai usaha perbengkelan yang sudah berkembang di daerah Undaan, dengan karyawan berjumlah 15 orang. Akhir-akhir ini ada permasalahan yang membuat bingung sekaligus gemas. Seminggu lalu, dua karyawan laki-laki berselisih paham terkait hal sepele, sehingga saya diamkan saja karena permasalahannya tidak begitu penting. Di luar dugaaan, esoknya keduanya masih diam-diaman (tidak bertegur sapa). Padahal sebelumnya, mereka termasuk tim yang kompak dan berprestasi. Apa yang harus saya lakukan? Mohon bimbingan dan arahannya. Terima kasih

Edy, Undaan, Kudus

 

Jawab :

Saudara Edy yang terhormat, terima kasih kami ucapkan atas kepercayaan yang telah diberikan pada Tim Klinik UMKM Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK) untuk membantu memecahkan problem Anda.

Hubungan interpersonal dalam suatu organisasi, memang memungkinkan menciptakan konflik atau ketidaksetujuan di antara orang-orang yang berhubungan dengan masalah substansial maupun emosional.

Konflik substansial akan melibatkan ketidaksetujuan terhadap segala sesuatu, seperti tujuan organisasi. Sedang Konflik emosional, adalah antara lain hasil dari perasaan benci (marah), ketidakpercayaan, ketidaksukaan, dan ketakutan.

Dua macam konflik tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah di tempat kerja. Tetapi jika dikelola dengan baik, maka konflik yang muncul justru akan mampu meningkatkan kinerja dan kreativitas serta inovasi tinggi.

Situasi Konflik yang sering terjadi di tempat kerja, cukup beragam. Pertama, konflik pribadi. Konflik pribadi memaksakan diri untuk berperan berlebihan yang melibatkan individu itu sendiri. Kedua, konflik interpersonal, yang terjadi antara dua orang atau lebih.

Ketiga, konflik antar kelompok. Konflik ini meliputi konflik internal, yang melibatkan wakil kepala lini dan staf serta konflik horizontal, yang terjadi antarkaryawan dalam departemen fungsional berbeda. Keempat, konflik antarorganisasi, seperti konflik dengan pesaing

Daya Tahan UKM Hadapi Pelemahan Ekonomi

Daya Tahan UKM Hadapi Pelemahan Ekonomi

Tanya:

Bagaimana daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menghadapi pelemahan ekonomi, mengingat sektor UMKM diakui atau tidak menjadi benteng terakhir dari pertahanan ekonomi bangsa.

 

Lia, Bae, Kudus

Selengkapnya: Daya Tahan UKM Hadapi Pelemahan Ekonomi

Etika dalam Berwirausaha

Etika dalam Berwirausaha

 

Tanya:           

Saya seorang pedagang buah di salah satu pasar yang khusus menjual buah-buahan di Kabupaten Pati. Dalam persaingan penjualan antarpedagang, terkadang pedagang menghalalkan semua cara agar buahnya terjual habis. Yang ingin Saya tanyakan, bagaimana mestinya sikap wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya supaya berjalan lancar?

Bambang, Pati

Selengkapnya: Etika dalam Berwirausaha

Produk Perlu Miliki Nilai Tambah

Produk Perlu Miliki Nilai Tambah

 

Tanya:

Di era global, semua lini bisnis berupaya menjadi pemimpin pasar dan pemenang. Dilihat dari segi kompetensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus, maka kompetensi apakah yang telah dipersiapkan para pebisnis, khususnya industri rumahan?

Rizza Widodo, Mlati Norowito, Kudus

 

Jawab:

Persiapan menghadapai pasar bebas, telah dilakukan dari berbagai lini oleh pengambil kebijakan, baik di daerah maupun pusat. Namun perlu disadari, aspek terpenting untuk mengahadapinya adalah dengan melakukan dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di setiap bagian.

Lepas dari apa yang menjadi kekuarangannya, setiap jenis kegiatan bisnis, baik skala mikro maupun makro, telah melakukan upaya untuk perbaikan. Disamping itu, perbaikan yang mencolok adalah perbaikan di sektor kualitas.

Kualitas yang diupayakan menjadi pemimpin pasar adalah kualitas produk, karena setiap produk yang dihasilkan dan dipasarkan di masyarakat, maka akan muncul pesaing-pesaing dengan kualitas sama ataupun lebih baik.

Untuk meningkatkan kualitas produk yang ada di berbagai lini produk, diperlukan kerjasama antara pengambil keputusan di perusahaan atau pimpinan pada sektor industri. Tetapi untuk menyatukan visi tentang kualitas, bukan sesuatu yang mudah, karena setiap industri rumahan mempunyai visi yang berbeda satu dengan lainnya.

Ini membuktikan bahwa nilai-nilai untuk meningkatkan kualitas produk, masih dipegang oleh pemimpin perusahaan atau mereka yang dipercaya untuk mengambil keputusan.

Industri rumahan adalah sekumpulan wirausaha yang berbasis pada modal kerja, Sumber Daya Manusia (SDM) serta potensi yang terbatas, namun eksistensinya di percaturan bisnis kecil, menengah, dan mikro, sudah menjadi bahan perbincangan publik, sehingga untuk memperkuat kualitas SDM-nya, perlu mendapat stimulan atau workshop tentang pengetahuan dan cara mempertahankan kualitasnya.

Selain itu, agar mampu mempertahankan eksistensi UMKM di pasar global, diperlukan berbagai langkah, antara lain memaksimalkan potensi sumber daya yang ada dan konsisten dengan apa yang dilakukan.

Sebab hakikatnya, eksistensi UMKM di kancah bisnis menengah adalah dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, kemudian memaksimalkannya. Diperlukan pula langkah-langkah strategis, supaya industri kecil bisa diterima konsumen di pentas global.

Hal-hal yang harus dipersiapkan menghadapi globalisasi persaingan bisnis, yakni mesti memiliki nilai tambah dan kekhususan. Intinya, setiap barang maupun jasa, harus mempunyai kualitas global, sehingga eksistensi produk yang dihasilkan oleh industri kecil mempunyai ciri khas dan kekuatan. (*)

 

 

Halaman 11 dari 23

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top