Manfaatkan IT untuk Kuasai Pasar

Manfaatkan IT untuk Kuasai Pasar

 

Tanya:

Pada era Teknologi Informasi (IT) yang makin modern, membuat perusahaan atau industri mengambil sikap atasnya bijak, kendati dengan IT, bisa menyampaikan informasi produk kepada konsumen secaracepat.

Dengan kata lain, perkembangan IT bisa manfaatkan secara maksimal untuk menguasai pasar, di luar cara-cara pemasaran klasikal. Pertanyaannya, bagaimana Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya menggunakan teknologi usang, meningkatkan kapasitasnya menggunakan IT terkini tersebut?

 

Haris, Mejobo Kudus

 

 

Jawab:

UMKM adalah salah satu elemen penting penggerak ekonomi kerakyatan, yang berbasis dengan keterbatasan sumber daya, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun sumber daya produksi.

Ini tak lain karena UMKM merpakan industri yang serba-keterbatasan. Namu perlu dipahami, keterbatasan yang ada tidak pada keterbatasan potensi. Dengan potensi yang dimiliki inilah UMKM berproduksi dan mengembangkan usahanya.

UMKM ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga dalam masyarakat di satu sisi, dan pada saat yang sama, bersuaha semaksimal mungkin mengambil pertan penting memberdayakan ekonomimasyarakat sekitarnya.  

Dalam pada itu, belum ada fakta bahwa perkembangan IT membuat UMKM terpuruk. Sebab pada dasarnya, produk dari UMKM memiliki segmentasi yang berbeda dengan yang digarap oleh perusahaan(industri) besar.

Meski begitu, tidak ada salahnya, bahwa sudah seyogyanya, di era perkembangan IT ini, UMKM juga merespons dengan semaksimal mungkin memanfaatkannya sebagai sarana yang praktis dan efektif mempromosikan berbagai produk yang dihasilkan.

Pasalnya, dengan merespons baik perkembangan IT yang ada, bisa jadi maka peluang-peluang untuk mengembangkan usahanya menjadi kian terbuka, seiring dengan semakin luasnya pasar yang bisa dijangkau.

Perlu dipahami pula, bahwa IT tidak semata-mata diperuntukkan bagi industri besar. Melainkan sebagaimana prinsip umum teknologi, yakni meringankan pekerjaan (aktivitas) manusia, tak terkecuali di bidang UMKM ini.

Akhirnya, penguasaan IT bagi sebuah UMKM, juga menjadi hal yang niscaya. Sebab, apabila pelaku usaha di sektor ini bisa memanfaatkan secara maksimal, bisa jadi itu menjadi salah satu alternatif menguasai pasar yang awalnya tidak disadari. (Tim Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

 

Antara Karir dan Bisnis dari Hobi

Antara Karir dan Bisnis dari Hobi 

 

 

Tanya:

Saya bekerja di sebuah Bank di Jawa tengah sekitar 8 tahun terakhir, belum berkeluarga, dan sekarang baru saja lulus kuliah dengan memegang  gelar Sarjana Ekonomi. Saya hobi bisnis online, dan telahberjalan sekitar 4 tahun. Bisnis ini saya tekuni sejak awal-awal kuliah. Pertanyaan saya, bagaimana mengatur antara karir di Bank dan bisnis online yang saya tekuni? Oh, ya. produk yang saya jual adalahperalatan dan perlengkapan sepeda gunung.

Toni, tinggal di Semarang

Selengkapnya: Antara Karir dan Bisnis dari Hobi

Siasat Jitu Kembangkan Produk

Siasat Jitu Kembangkan Produk

 

Tanya:

Pengasuh Klinik FE UMK yang terhormat. Saya baru saja membuka usaha kecil-kecilan di bidang fashion khusus perempuan. Saat ini, Saya mencoba mengembangkan produk, kira-kira apa yang perlu dipersiapkan atau dilakukan?

 

Ayu, Kabupaten Pati

 

 

Jawab:

Dalam proses pengembangkan produk, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena apapun bisa dipelajari. Tak terkecuali di bidang usaha yang Anda geluti.

Beberapa tahapan yang bisa dipertimbangkan dalam mengembangkan produk, pertama tahap penyaringan. Anda perlu menyaring ide terlenih dahulu, apa yang memungkinkan dikembangkan. Penyaringan ini bisa dengan menyebar kuisoner kepada pembeli, kira-kira membeli menghendaki (diinginkan) jika Anda mengembangkan produk Anda.

Kedua, analisa bisnis. Setelah kuisoner terkumpul, selanjutnya memilih masing-masing masukan. Utamakan masukan yang sekiranya mampu Anda lakukan dan dapat meningkatkan laba pada usaha Anda.

Ketiga, pengembangan. Setelah ada pilihan, selanjutnya yaitu bertindak atau merealisasikan rencana pengembangan produk sesuaikemampuan yang Anda miliki, dengan  mempertimbangkan kemampuan antara lain tenaga kerjadan kemampuan finansial (keuangan). 

Keempat, pengujian. Tahap ini merupakan tahap akhir dari tahapan pengembangan. Fungsi tahap ini, yaitu untuk mengevaluasi kesiapan secara keseluruhan, mulai dari kesiapan produksi (biaya, bahan baku, alat produksi), pasca produksi, hingga pemasaran.

Selain berbagai tahapan diatas, perlu juga memperhatikan berbagai hal lain, seperti tidak stabilnya posisi pesaing. Anda perlu mencermati produk sejenis dengan Anda yang diproduksi orang lain, bagaimana prospeknya.Sebab, diakui atau tidak, sebuah usaha pada akhirnya adalah laba yang dicari.

Lalu, adakah kemunculan pesaingbaru yang menyamai produk yang Anda kembangkan?  Harus disadari, jika produkyang Anda kembangkan prospektif, laku keras mendatangkan menguntungkantinggi, orang lain pasti tertarik untuk memproduksi barang yang sama.

Jika pesaing yang membuat produk sejenis dengan Anda muncul, maka langkah  yang harus ditempuh yaitu bagaimana Anda merebut pasar (pelanggan) yang kemudian mesti dipikirkan. Harus diingat, di era teknologi komunikasi yang demikian pesat, memungkinkan seseorang memasarkan produk 24 jam melalui berbagai media sosial.

Terakhir, variasi produk. Saat ini, orang cenderung senang mengenakan baju multipakai, sehingga satu pakaian dapat digunakan untuk beberapa kegiatan. Nah, ini juga bisa menjadi inspirasi dalam pengembangan-pengembangan produk kemudian. (Tim pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

Pengembangan Bisnis Rumahan

Pengembangan Bisnis Rumahan

 

Tanya:

 

Saya memiliki usaha kecil-kecilan berupa produksi makanan ringan(makanan kering),antara lain keciput, marneng open dan krispi. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengembangkan usaha kecil sayatekuni sekitar satu tahun terakhir. Sempat terlintas mengajukan pinjaman ke Bank, namun belum berani, karena belum memiliki tenaga yang membantu (karyawan), sementara permintaan mulai meningkat sehingga belum bisa melayaninya.

                                                            

Umi Amalia, ibu rumah tangga tinggal di Dawe, Kudus

 

Jawab:

Sekilas saya memahami permasalahan usaha (bisnis) Anda di bidang makanan kering dalam kemasan. Namun, secara umum kami sarankan untuk mengikuti aspek-aspek penting dalam studi kelayakan bisnis(SKB). Sebab, meskipun termasuk industrirumahan, namun telah banyak permintaan.

Artinya, produk makanan Anda sudah diminati, sehingga ke depan harus mampumempertahankan kualitas produk, sehingga pelanggan terpuaskan di tengah banyaknya persaingan di usaha, termasuk dalam persaingan harga.   

Untuk menjaga kualitas produk dan layanankepada pelanggan, ada beberapa aspekyang mesti diperhatikan. Sebab pada faktanya, di lapangan praktik bisnis tidak seperti dalam teori atau konsep yang banyak dikupas di buku-buku.

Dalam praktik, Anda akan menghadapi persaingan dan permasalahan yang sangat kompleks. Namun jangan khawatir, kelebihan menjalankan industri rumah tangga adalah pelanggan lebih dekat, dan komunikasi dengan pelanggan bisa dilakukan secara langsung.

Mengenai aspek-aspek SKByang perlu diperhatikan, yaitu aspek hokum(legalitas), pasar(pemasaran), manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan produksi, lingkungan, serta keuangan. Berbagai aspek ini, bisa diserehanakan menjadi tiga, yaitu aspek hukum, manajemen SDM, dan keuangan. 

Pertama, aspek legalitas (hukum), meliputi izin usaha, kemasan, hingga izin kesehatan dari dinas kesehatan untuk kepastian layak konsumsi. Jika hal utama ini terpenuhi, maka dalam menjalankan usaha akan lebih nyaman, karena sudah legal. Jangan lupa, cantumkan masa dan berbagai aspek legalitas dalam kemasan. 

Kedua, manajemen SDM. Dalam menjalankan bisnis ini, mau tidak mau Anda harus memiliki tenaga (karyawan) untuk produksi maupun pemasaran, karena tidak mungkin ditangani sendiri. Namun persoalannya, adalah bagaimana menggajinya.

Perlu dipahami, industri kecil sebagaimana yang Anda jalankan, karyawan yang diperlukan masih terbatas (sedikit). Karena karyawan yang sedikit, maka pengelolaannya bisa dengan pendekatan kekeluargaan, karena standar Upah Minimum Regional (UMR) masih relatif mahal bagi pelaku usaha kecil.

Untuk menyiasatinya, yakni melalui volume penjualan, misalnya. Jika produksi dan penjualan banyak, akan ada tambahan gaji (penghasilan), tetapi jika penjualan statis (minim), tetap mendapatkan gaji sesuai kesepakatan.

Ketiga, aspek keuangan. Dalam hal pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha kecil, perlu mempertimbangkan banyak hal. Antara lainpengelolaan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya lain-lain (overhead).Pengertiannya, harus ada laba setelah dihitung biaya produksi dan pemasaran, yang kemudian bisa untuk menambah modal.

Selain itu, kelola pendapatan dengan memisahkan uang untuk pengembangan usaha dan kebutuhan pribadi serta karyawan. Kesejahteraan karyawanharus diperhatikan, sebagai perwujudan komunikasi kekeluargaan dalam pengembangan usaha yang Anda lakukan. (Tim pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

 

 

Pengembangan Bisnis Rumahan

Pengembangan Bisnis Rumahan

 

Tanya:

 

Saya memiliki usaha kecil-kecilan berupa produksi makanan ringan(makanan kering),antara lain keciput, marneng open dan krispi. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengembangkan usaha kecil sayatekuni sekitar satu tahun terakhir. Sempat terlintas mengajukan pinjaman ke Bank, namun belum berani, karena belum memiliki tenaga yang membantu (karyawan), sementara permintaan mulai meningkat sehingga belum bisa melayaninya.

                                                            

Umi Amalia, ibu rumah tangga tinggal di Dawe, Kudus

 

Jawab:

Sekilas saya memahami permasalahan usaha (bisnis) Anda di bidang makanan kering dalam kemasan. Namun, secara umum kami sarankan untuk mengikuti aspek-aspek penting dalam studi kelayakan bisnis(SKB). Sebab, meskipun termasuk industrirumahan, namun telah banyak permintaan.

Artinya, produk makanan Anda sudah diminati, sehingga ke depan harus mampumempertahankan kualitas produk, sehingga pelanggan terpuaskan di tengah banyaknya persaingan di usaha, termasuk dalam persaingan harga.   

Untuk menjaga kualitas produk dan layanankepada pelanggan, ada beberapa aspekyang mesti diperhatikan. Sebab pada faktanya, di lapangan praktik bisnis tidak seperti dalam teori atau konsep yang banyak dikupas di buku-buku.

Dalam praktik, Anda akan menghadapi persaingan dan permasalahan yang sangat kompleks. Namun jangan khawatir, kelebihan menjalankan industri rumah tangga adalah pelanggan lebih dekat, dan komunikasi dengan pelanggan bisa dilakukan secara langsung.

Mengenai aspek-aspek SKByang perlu diperhatikan, yaitu aspek hokum(legalitas), pasar(pemasaran), manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan produksi, lingkungan, serta keuangan. Berbagai aspek ini, bisa diserehanakan menjadi tiga, yaitu aspek hukum, manajemen SDM, dan keuangan. 

Pertama, aspek legalitas (hukum), meliputi izin usaha, kemasan, hingga izin kesehatan dari dinas kesehatan untuk kepastian layak konsumsi. Jika hal utama ini terpenuhi, maka dalam menjalankan usaha akan lebih nyaman, karena sudah legal. Jangan lupa, cantumkan masa dan berbagai aspek legalitas dalam kemasan. 

Kedua, manajemen SDM. Dalam menjalankan bisnis ini, mau tidak mau Anda harus memiliki tenaga (karyawan) untuk produksi maupun pemasaran, karena tidak mungkin ditangani sendiri. Namun persoalannya, adalah bagaimana menggajinya.

Perlu dipahami, industri kecil sebagaimana yang Anda jalankan, karyawan yang diperlukan masih terbatas (sedikit). Karena karyawan yang sedikit, maka pengelolaannya bisa dengan pendekatan kekeluargaan, karena standar Upah Minimum Regional (UMR) masih relatif mahal bagi pelaku usaha kecil.

Untuk menyiasatinya, yakni melalui volume penjualan, misalnya. Jika produksi dan penjualan banyak, akan ada tambahan gaji (penghasilan), tetapi jika penjualan statis (minim), tetap mendapatkan gaji sesuai kesepakatan.

Ketiga, aspek keuangan. Dalam hal pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha kecil, perlu mempertimbangkan banyak hal. Antara lainpengelolaan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya lain-lain (overhead).Pengertiannya, harus ada laba setelah dihitung biaya produksi dan pemasaran, yang kemudian bisa untuk menambah modal.

Selain itu, kelola pendapatan dengan memisahkan uang untuk pengembangan usaha dan kebutuhan pribadi serta karyawan. Kesejahteraan karyawanharus diperhatikan, sebagai perwujudan komunikasi kekeluargaan dalam pengembangan usaha yang Anda lakukan. (Tim pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

 

Halaman 10 dari 23

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top