MoU dan Pelatihan MYOB Fakultas Ekonomi

MoU dan Pelatihan MYOB Fakultas Ekonomi

UMK– Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muria Kudus (UMK) akan menjalin kerjasama dengan PT. NET21PLUS (MYOB Professional Partner) di Ruang Seminar Magister Ilmu Hukum pada senin-Kamis (26/1/2015) sampai dengan (29/1/2015).

Kegiatan akan diawali dengan penandatanganan MoU MYOB EDUPACK antara PT. NET21PLUS (MYOB Professional Partner) dengan Universitas Muria Kudus dan dilanjutkan dengan acara Training on Trainer (ToT) Komputerisasi Akuntansi dengan Software MYOB bagi dosen Fakultas Ekonomi . 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pelatiahan dan sertifikasi kepada dosen Fakultas Ekonomi sehingga siap dan memiliki bekal dalam mengajar mahasiswa praktikum komputerisasi akuntansi menggunakan software akuntansi MYOB. Selain itu, untuk memberikan sertifikasi kepada mahasiswa sehingga memiliki bekal tambahan dalam memasuki dunia kerja. (Afifah-Portal)

Jaringan Pemasaran Harus Diperhatikan

Jaringan Pemasaran Harus Diperhatikan

 

Kudus merupakan salah satu kabupaten yang memiliki pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM menjadi salah satu nadi perekonomian masyarakat yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Terkait dengan banyaknya UMKM Kota Keretek yang bertebaran di berbagai bidang garapan, mulai dari konveksi, bordir, batik, hingga makanan olahan, di antaranya jenang, dibutuhkan strategi agar tidak sekadar untung, tetapi bagaimana agar bisa berkembang.

Untuk makanan olahan jenang, di Kabupaten Kudus salah satunya ada Kelompok Usaha Bersama (KUB) ‘’Dadi Barokah’’ yang berdiri pada 2014 di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota. KUB ini sebagai ikhtiar menumbuhkan usaha produktif, bantuan peralatan, produksi dan telah melakukan Praktik Kunjungan Lapangan (PKL) ke Banyumas dan Salatiga.

Dari berbagai kegiatan yang sudah banyak dilakukan, ada banyak hal kemudian dipahami, bahwa untuk menjaga kesinambungan usaha, pelaku UMKM tidak bisa mengabaikan sebuah manajemen yang baik.

Sebab, manajemen yang baik tidak saja akan menjaga keberlangsungan industri (UMKM) itu sendiri, tetapi secara tidak langsung juga berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat, yakni pelaku usaha sendiri dan para pekerjanya.

Fakta menunjukkan, mau tidak mau UMKM harus mendapatkan sentuhan manajemen yang baik, dan didukung berbagai pihak. Baik itu oleh pemerintah, konsultan, perguruan tinggi, perbankan, dan lainnyayang memiliki komitmen terhadap pengembangan UMKM.

Untuk pendampingan manajemen, KUB ini mendapatkan perhatian dari mitranya dari perguruan tinggi, yakni Universitas Muria Kudus (UMK). Sedang dukungan alat dan pelatihan peningkatan produktivitas, baik secara kualitas maupun kuantitas, difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kudus.

Dalam pendampingan ini, UMK sebagai mitra intelektual menekankan pentingnya menciptakan berbagai inovasi produk agar mampu bersaing di pasar local,regional, nasional, sampai internasional (global).

Saat ini, wilayah pemasaran produk UMKM yang berada di bawah naungan KUB Dadi Barokah memang sudah cukup baik. Selain Eks Karesidenan Pati, juga sampai Semarang, Temanggung, Magelang, Solo, Yogyakarta, bahkan sampai Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, pelaku UMKM tidak lantas bisa berbangga dengan pasar  yang telah diraih. Melainkan harus melebarkan sayap (jaringan) pemasarannya lebih luas, dengan dibarengi peningkatan kualitas produk, sehingga memiliki daya saing dan bisa bertarung dengan produk dari daerah, bahkan dari negara lain. (*)

 

Keterangan foto:

Zainal Arifin, pelaku UMKM yang meraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2014 kategori Pemangku Ketahanan Pangan. Penghargaan diserahkan Presiden Joko Widodo di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi Kecamatan Ciasem, Subang Jawa Barat, 26 Desember 2014.

Tujuh Mahasiswa Ikuti AUYS 2015 di Malaysia

UMK – Tujuh mahasiswa akhirnya dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti The 1st ASEAN University Youth Summit (AUYS) 2015 yang akan dilaksanakan di Universiti Utara Malaysia (UUM) pada 26 – 29 Januari 2015.

Ketujuh mahasiswa itu adalah Fanny Cahyaningtyas dan Khikma Khusnia (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/ FKIP), M. Ibroisim Halim (Fakultas Psikologi), Maria Prehatiningsing Utami (Fakultas Hukum), Iwan Safrudin (Fakultas Teknik), M. Abdul Basith (Fakultas Ekonomi), dan M. Unggul Tri Budiharjo (Fakultas Pertanian).

Nama-nama tersebut berhasil menyisihkan mahasiswa lain yang mendaftar dalam seleksi mahasiswa yang akan diberangkatkan mengikuti AUYS 2015 di Negeri Jiran, di depan tim seleksi yang terdiri atas Dr. A. Hilal Madjdi M.Pd. (Wakil Rektor I), Drs. Muh Syafei M.Pd. (Kepala Kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi/ Linfokom), serta Noor Athiyah SS. M.Hum (Kepala UPT Perpustakaan).

Kepala Linfokom Drs. Muh Syafei M.Pd. menjelaskan, dalam seleksi ini, peserta seleksi memaparkan mengenai wawasan lokal, ke-Indonesia-an dan wawasan global dengan menggunakan Bahasa Inggris. ‘’Setelah seleksi ini, mahasiswa yang lolos akan mengikuti pembekalan terlebih dahulu.’’

Selengkapnya: Tujuh Mahasiswa Ikuti AUYS 2015 di Malaysia

Peran Merek dalam Industri Bordir

Catatan:

Rubrik Klinik UMKM ini hasil kerjasama antara Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK) dengan Suara Merdeka edisi Muria. Silakan kirim pertanyaan seputar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui e-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau melalui sms di 085113381222 dengan menyantumkan nama terang dan daerah asal. (*)

 

Tanya: 

Saya pengusaha rumahan yang memproduksi dan menjual produk bordir. Saat ini persaingan dalam industri bordir sangat berat, baik dengan pengusaha produk sendiri seperti Tasikmalaya dan Palembang, terlebih dengan pengusaha luar negeri yang menawarkan desain dan motif yang hampir sama. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana peranan merek dalam industri bordir?

-          Izzam, Padurenan, Gebog, Kudus

 

Jawab:

 Dalam perspektif bisnis, tugas berat seorang pengusaha adalah mencipta serta mengelola sebuah merek yang terdiri dari satu atau dua kata. Meski hanya terdiri dari satu dua kata, namun merek ini menjadi penting, karena ia tak sekadar sebagai identitas, juga doa.

Banyak alasan seseorang untuk memutuskan membeli suatu produk. Tak selamanya alasan membeli sebuah produk itu karena fungsinya. Ada seseorang yang membeli produk karena memang menginginkan fungsi dari produk tersebut, namun ada juga yang karena merek dan gengsi.

Dengan kata lain, proses membeli konsumen, tidak seluruhnya rasional. Di sinilah pentingnya sebuah merek. Dalam merek, ada kepercayaan dari konsumen terhadap value atau benefit yang diberikan oleh merek tersebut.

Pada dasarnya, ada dua value atau benefit yang diberikan oleh merek, yaitu functional benefit dan emotional benefit. Agar merek kuat, tentunya perlu didukung dengan kualitas yang baik.

Perlu dipahami, desain dan kekuatan merupakan dua atribut penting dalam membangun functional benefit. Di sini, nampak terlihat relasi (hubungan) antara kedua atribut ini dengan kekuatan merek. Tetapi, konsumen tidak sadar, yang mereka beli adalah merek; membeli janji yang terdapat dalam merek.

Emotional benefitjuga hal penting yang perlu diciptakan. Seringkali aspek benefit inilah yang benar-benar membuat suatu merek menjadi kuat. Aspek emosional ini dapat dibangun melalui desain yang sesuai dengan budaya dari konsumen. Akan lebih menarik lagi jika desain dibuat seunik mungkin dan memberikan sentuhan pribadi.

Jadi, aspek emosional ini akan terjadi apabila mereka bangga menggunakan produk atau mereka merasa mempunyai pengalaman emosional dengan menggunakan bordir tersebut.

Tingkat kepentingan dari kedua aspek ini tentunya akan tergantung dari segmen (pasar) yang dibidik. Untuk segmen menengah atas, aspek emosional akan lebih dominan.

Sementara itu, segmen menengah, lebih melihat pada aspek fungsi. Sedang segmen di kalangan bawah, akan melihat pada harga. Dalam hal ini, merek menjadi tidak begitu penting karena dipersepsi sebagai komoditas belaka. (*)

 

Halaman 23 dari 23

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top