Dampak Penurunan Harga BBM

TANYA

Pengasuh Klinik UMKM yang terhormat, seperti yang kita ketahui saat ini sedang hangat diperbin­cangkan mengenai  penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Apa saja dampak positif dan negatif penurunan harga BBM ?

Aminah Kasih, Jepara

JAWAB

Awal 2016 peme­rintah mengumumkan penu­runan harga premium dan solar yang berlaku efektif mulai 5 Januari. Sudah terbiasa apabila terjadi perubahan harga BBM, kenaikan atau penurunan, masyarakat akan segera mere­spon berbagai dampak yang timbul akibat adanya perubah­an harga BBM ini, baik dampak positif maupun negatifnya.

Pemerintah mengumumkan penurunan harga BBM untuk dua jenis, yakni premium turun Rp 150 per liter menjadi Rp 7.150 per liter dari harga awal­nya Rp 7.300./liter, dan solar turun Rp 750 per liter menjadi Rp 5.950 per liter dari harga se­belumnya Rp 6.700 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyampaikan, diturunkannya harga BBM ini diharapkan bisa menjadi stimulus daya ekonomi masyarakat.

Dampak positif penurunan harga BBM akan berimbas pada menyusutnya ongkos produksi meski tidak terfalu sig­nifikan. Masyarakat yang menggunakan alat transportasi dengan bahan bakar solar akan diuntungkan dengan penu­runan BBM, namun tampaknya belum ada penurunan ongkos tranportasi saat ini. Alasan ideal penurunan bahan bakar solar akan lebih efektif bila penu­runan berkisar di atas Rp 1.300 per liter.

Dampak positif lain, diantaranya penurunan harga BBM bisa mongikis inflasi lebih rendah. Inflasi 2016 dipatok 4,7%, sehingga diharapkan in­flasi akan terjadi penurunan. Namun sampai saat ini penu­runan harga BBM belum ber­dampak pada penurunan har­ga-harga barang kebutuhan pokok. Harga beras dan harga kebutuhan bangunan belum menunjukkan perubahan sig­nifikan terhadap penurunan harga BBM.

Dampak negatif dari penu­runan harga BBM, kebijakan tersebut seakan sia-sia apabila distribusi barang tersendat aki­bat kemacetan di jalan raya sehingga konsumsi BBM justru meningkat.

Kebijakan penurunan BBM sebaiknya diikuti dengan perbaikan infrastruktur, khususnya berkaitan dengan distribusi barang dan produktivitas hasil pertanlan.

Nilai mata uang rupiah sebalknya tetap stabil. Industri dalam negeri masih bergan­tung pada bahan baku impor, sehingga pelemahan kurs rupi­ah sangat membebani dunia usaha. Sebaiknya, nilai ekspor dipacu lebih balk lagi sehingga  cadangan devisa akan lebih baik.

Apakah penurunan harga BBM saat ini akan berdampak kepada peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat. Pertanyaan ini belum terbukti secara signifikan.

Sepanjang harga kebu­tuhan pokok masih tinggi dan belurn diikuti penurunan harga harga barang lainya maka penurunan harga BBM belum ada manfaat yang riill bagi peningkatan kesejahteraan, khususnya masyarakat tingkat bawah.

Penurunan harga BBM sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terus-menerus. Apalagi harga minyak dunia rnengalami penurunan hingga di bawah 40 dolar AS/barel. Dengan demikian penurunan harga minyak dunia akan diikuti penurunan harga BBM secara terus-menerus.

Salah satu hal yang penting dalam pengelolaan BBM ada­lah restrukturisasi terhadap sis­tern pengolahan bahan baku BBM, sehingga harga BBM te­tap stabil dan murah, (Tim pengasuh Klinik UMKM UM­versitas Muria Kudus/H15-10)

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top