Antara Pemasaran Secara Online dan Offline

Antara Pemasaran Secara Online dan Offline

 

Tanya:

Pengasuh Klinik UMKM Fakultas Ekonomi UMK yang terhormat. Saya mempunyai usaha di bidang percetakan. Apakah dalam pemasaran dapat memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Blackberry Messenger (BBM). Apakah dalam pemasaran dapat dilakukan secara off-line? Keuntungan apa melakukan pemasaran antara secara online dengan off-line?

 

Adi, Gebog, Kudus

Jawab:

Konsumen sekarang semakin pandai, terlebih dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi (IT). Konsumen sudah tidak mau lagi menerima begitu saja barang/jasa dari produsen, sehingga produsen harus menyesuaikan keinginan konsumen.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Pertama, memberikan spesifikasi produk pada model gambar/foto yang dipajang pada Facebook dan BBM agar konsumen mengetahui detil produk yang Anda ditawarkan. Jika konsumen menghendaki melihat langsung, sediakan katalog model undangan agar konsumen lebih mudah memilih.

Kedua, komunikasi dua arah. Ini menjadi penting karena karakter konsumen berbeda-beda. Maka komunikasi yang baik akan mengarahkan produsen dan konsumen ke tujuan yang sama, supaya tidak terjadi salah persepsi yang akan membuat konsumen menjadi tidak puas dengan pelayanan produsen. Untuk itu, produk (undangan) yang disajikan kepada produsen, harus hasil kreasi produsen yang berpadu dengan keinginan konsumen.

Ketiga, kecepatan, ketepatan jawaban, serta keramahan. Ini menjadi hal penting dalam menarik calon konsumen. Komunikasi melalui online, sebagai jawaban bahwa faktanya konsumen memangmengutamakan kecepatan informasi sebuah produk. Jika produsen lambat merespons, tidak tertutup kemungkinan konsumen akan berpindah memilih produk lain.

Keempat, keinginan dan keramahan. Ini juga hal lain yang tidak bisa diabaikan, demi kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan sangat penting artinya, karena  dengan itulah, loyalita mereka terhadap produk Anda akan lahir, dan syukur mau merekomendasikan kepada teman, sahabat, atau keluarganya. Ini tentu menjadi media promosi dari mulut ke mulut yang sangat efektif.

Kelima, pemasaran melalui media online memang lebih cepat, mudah dan murah. Namun harus disadari, tidak semua konsumen mengakses internet, karena keterbatasan media maupun pengetahuan.

Keenam, menjaga kualitas produk. Yakin atau tidak, kualitas produklah yang menjadi alasan seseorang (konsumen) memiliki atau tidak memilihnya. Produk dipilih jika kualitasnya bagus, begitu pun sebaliknya. Produk akan ditinggalkan jika kualitasnya jelek.

Ketujuh, harga kompetitif. Dalam masyarakat kita hingga dewasa ini, sebagian besar masih menjadikan harga sebagai pertimbangan memilih (membeli) atau tidak sebuah produk. Patokan yang bisa diperhatikan, yakni harga tidak harus murah, tetapi sesuaikanlah dengan kualitas produk yang dihasilkan.

Kedelapan, maksimalisasi pemasaran secara offline. Ini bisa dilakukan dengan memperbanyak relasi (pertemanan), menjaga hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sekitar agar citra pemilik dan usahanya menjadi baik, serta tidak menimbulkan citra ekslusif dan mahal. 

Terakhir, sebagai penutup penjelasan ini, pemasaran online melalui Facebook dan BBM dapat diterapkan, dengan kecepatan dan ketepatan merespons konsumen. Pajang foto produk dengan mendesain display (tampilan) yang menarik serta mengupdate model sesuai tren yang berkembang. Bisa dengan model kartun (karikatur) dan klub sepak bola, misalnya. Semoga bermanfaat. (Tim pengasuh Klinik UMKM Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus)

 

 

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top