Etika dalam Berwirausaha

Etika dalam Berwirausaha

 

Tanya:           

Saya seorang pedagang buah di salah satu pasar yang khusus menjual buah-buahan di Kabupaten Pati. Dalam persaingan penjualan antarpedagang, terkadang pedagang menghalalkan semua cara agar buahnya terjual habis. Yang ingin Saya tanyakan, bagaimana mestinya sikap wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya supaya berjalan lancar?

Bambang, Pati

Jawab:

Dalam kegiatan bisnis atau wirausaha, haruslah dilakukan dengan etika atau norma yang berlaku dalam masyarakat. Sebab, etika pada dasarnya merupakan suatu komitmen untuk melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang tidak benar.

Etika ini digunakan agar para wirausahawan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan, sehingga usaha yang dijalankan memperoleh simpati dari berbagai pihak. Dengan kata lain, etika mestinya ikut membentuk seorang wirausahawan menjadi wirausahawan yang bersih dalam memajukan (membesarkan) yang dijalankannya.

Maka, wirausahawan diharapkan bisa bertindak etis dalam berbagai aktivitasnya di kehidupan bermasyarakat. Dalam hal etika berwirausaha, misalnya, seorang wirausahawan perlu mengetahui ketentuan-ketentuan yang berlaku agar tidak diterabas.

Adapun beragam ketentuan yang diatur dalam etika berwirausaha. Pertama, sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku. Kedua, penampilan yang ditunjukkan seorang pengusaha harus apik, sopan, dan ramah.

Ketiga, cara berpakaian pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan tempat serta waktu yang berlaku. Keempat, dalam berbicara, seorang pengusaha juga mesti mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata krama, dan tidak menyinggung atau mencela orang lain. Dan kelima, gerak geriknya bisa menyenangkan orang lain.

Di luar berbagai hal di atas, ada pula etika yang harus dipahami. Yakni bahwa para pengusaha itu harus memiliki kejujuran, tanggung jawab, selalu menepati janji, disiplin, sesuai dengan tata hukum yang ada, suka membantu, memiliki komitmen, dan menghormati orang lain.

Beragam hal ini, sangat penting dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari para wirausahawan, karena banyaknya jenis bisnis yang ada di tengah–tengah masyarakat. Jangan melakukan bisnis dengan ketidakjujuran, apalagi menipu. Sebab, bisnis yang dijalankan dengan tidak jujur, jika berhasil biasanya hanya untuk sementara waktu, dan kemudian hancur di kemudian hari. (Tim pengasuh Klinik UMKM Universitas Muria Kudus)

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top