Daya Tahan UKM Hadapi Pelemahan Ekonomi

Daya Tahan UKM Hadapi Pelemahan Ekonomi

Tanya:

Bagaimana daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menghadapi pelemahan ekonomi, mengingat sektor UMKM diakui atau tidak menjadi benteng terakhir dari pertahanan ekonomi bangsa.

 

Lia, Bae, Kudus

Jawab:

Kali ini UKM menghadapi tantangan berat akibat dampak pelemahan ekonomi global. Namun pelemahan ekonomi global, bukan alasan industri nasional terpuruk. Sebab negara-negara tenggara seperti Filipina, ekonominya justru surplus.

Tren yang bisa dilihat sekarang, UKM yang terkena dampak krisis adalah yang memiliki ketergantungan dengan industri besar. Sebab industri besar rentan terhadap kondisi ekonomi makro. Padahal ekonomi makro Indonesia saat ini rentan bergejolak, disebabkan rencana Federal Reserve System (juga disebut Federal Reserve atau secara informal The Fed) menaikkan rate. Bank-bank lokal di Amerika pun sudah mengantisipasi menaikkan rate sebelum The Fed menaikkan rate.

Dampaknya, industri di tanah air akan terkena upper cut. Ini diperparah karena kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) 2015 akan segera dimulai. Terus terang, Indonesia belum siap menghadapi AEC di tengah kelesuhan ekonomi seperti sekarang. Belum diberlakukan saja, produk-produk luar negeri sudah membanjiri pasar Indonesia, apalagi nanti ketika AEC sudah diberlakukan pada akhir tahun.

Namun diberlakukannya pasar global tersebut, merupakan tantangan dan bisa menjadi peluang sekaligus. Konskuensinya, Indonesia harus mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Untuk menaklukkan pasar internasional, harus bisa menundukkan pasar regional terlebih dahulu dahulu.

Maka perlu adanya terobosan yang dilakukan pemerintah dalam mendukung UKM, jika tidak akan ditelan mentah-mentah oleh malaysia dan singapura. Memang hasil survei Japan ASEAN Integration Fund (JAIF) 2012, melaporkan, 73% pebisnis di ASEAN berpandangan bahwa AEC akan memberikan manfaat peningkatan ekonomi, tapi itu bukanlah cerminan Indonesia.

UKM di Indonesia banyak terjadi mis-management yang berakibat daya saing lemah belum lagi charity (belas kasihan) dari kebijakan pemerintah membuat UKM tidak kunjung bangkit. Selain kondisi tersebut masalah utama di Indonesia, sudah keblabasan, di mana pasar ritel dari luar bisa ada di mana saja di seluruh Indonesia. Hal berbeda dialami Australia, Amerika dan Eropa.

Kebijakan pemerintah sudah terlalu neolib yang menomorsatukan kekuatan kapital dan bagi UKM sangat tidak manusiawi. Menjelang AEC pada akhir 2015, ada pepatah ‘’don’t be afraid of competiton, competiton will give you more incentives and energies’’. Pepatah itu bisa terjadi jika sektor usaha kecil dan menangah (UKM) telah dipromosikan menjadi agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia.

Apalagi dalam AEC 2015 perhatian terhadap UKM pasti akan semakin besar dan perhatian ekonomi dunia saat ini telah memberi kepercayaan kepada negara-negara berkembang untuk mengambil peran penting.

Selain dukungan dari dari pemerintah terobosan yang perlu dilakukan UKM adalah terus bertransformasi dari teknologi konvensional menjadi teknologi modern yang bisa memproduksi melebihi jumlah dari teknologi konvensional. Kemudian perlunya fleksibilitas dalam Research and Development agar dapat mengembangkan produk yang berkualitas dengan biaya yang murah.

Tidak kalah penting, mengembangkan mental berwirausaha yang memiliki wawasan global. Mental seperti ini harus ditumbuhkan sejak menjadi mahasiswa dengan mengikuti program KKL (comparative study) ke luar negeri seperti yang dilakukan Program Pascasarjana Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus.

Terakhir, tak perlu takut menghadapi gejolak ekonomi. Jika para pelaku UKM mampu melaksanakan tiga langkah besar tersebut, daya tahan UKM dalam menghadapi gejolak ekonomi bukanlah mitos belaka. (*)

 

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top