Produk Perlu Miliki Nilai Tambah

Produk Perlu Miliki Nilai Tambah

 

Tanya:

Di era global, semua lini bisnis berupaya menjadi pemimpin pasar dan pemenang. Dilihat dari segi kompetensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus, maka kompetensi apakah yang telah dipersiapkan para pebisnis, khususnya industri rumahan?

Rizza Widodo, Mlati Norowito, Kudus

 

Jawab:

Persiapan menghadapai pasar bebas, telah dilakukan dari berbagai lini oleh pengambil kebijakan, baik di daerah maupun pusat. Namun perlu disadari, aspek terpenting untuk mengahadapinya adalah dengan melakukan dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di setiap bagian.

Lepas dari apa yang menjadi kekuarangannya, setiap jenis kegiatan bisnis, baik skala mikro maupun makro, telah melakukan upaya untuk perbaikan. Disamping itu, perbaikan yang mencolok adalah perbaikan di sektor kualitas.

Kualitas yang diupayakan menjadi pemimpin pasar adalah kualitas produk, karena setiap produk yang dihasilkan dan dipasarkan di masyarakat, maka akan muncul pesaing-pesaing dengan kualitas sama ataupun lebih baik.

Untuk meningkatkan kualitas produk yang ada di berbagai lini produk, diperlukan kerjasama antara pengambil keputusan di perusahaan atau pimpinan pada sektor industri. Tetapi untuk menyatukan visi tentang kualitas, bukan sesuatu yang mudah, karena setiap industri rumahan mempunyai visi yang berbeda satu dengan lainnya.

Ini membuktikan bahwa nilai-nilai untuk meningkatkan kualitas produk, masih dipegang oleh pemimpin perusahaan atau mereka yang dipercaya untuk mengambil keputusan.

Industri rumahan adalah sekumpulan wirausaha yang berbasis pada modal kerja, Sumber Daya Manusia (SDM) serta potensi yang terbatas, namun eksistensinya di percaturan bisnis kecil, menengah, dan mikro, sudah menjadi bahan perbincangan publik, sehingga untuk memperkuat kualitas SDM-nya, perlu mendapat stimulan atau workshop tentang pengetahuan dan cara mempertahankan kualitasnya.

Selain itu, agar mampu mempertahankan eksistensi UMKM di pasar global, diperlukan berbagai langkah, antara lain memaksimalkan potensi sumber daya yang ada dan konsisten dengan apa yang dilakukan.

Sebab hakikatnya, eksistensi UMKM di kancah bisnis menengah adalah dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, kemudian memaksimalkannya. Diperlukan pula langkah-langkah strategis, supaya industri kecil bisa diterima konsumen di pentas global.

Hal-hal yang harus dipersiapkan menghadapi globalisasi persaingan bisnis, yakni mesti memiliki nilai tambah dan kekhususan. Intinya, setiap barang maupun jasa, harus mempunyai kualitas global, sehingga eksistensi produk yang dihasilkan oleh industri kecil mempunyai ciri khas dan kekuatan. (*)

 

 

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top