KLINIK UMKM

Perlukah Bisnis dengan Etika ?

Tanya :

Saya seorang pengusaha dari CV AJ Pati yang memproduksi gula merah. Usaha ini berdiri sejak 2009 dengan daerah pemasaran meliputi eks Karesidenan Pati dan beberapa kota di Bali. Suatu ketika saya sedang belanja di pasar dan melihat ada seorang ibu yang marah-marah kepada penjual karena merasa tertipu dengan gula merah yang dibeli.

Ibu tersebut membeli gula merah aren tetapi sesampai di rumah ternyata bukan gula aren asli, melainkan gula merah masakan yang dicetak seperti gula aren. Melihat hal tersebut, saya merasa tersindir karena saya sebagai pengusaha gula merah masakan selama ini juga tidak memberi keterangan/label pada plastik pembungkus gula. Perlukah saya memberi pembungkus gula dengan label “Gula Merah Masakan” agar konsumen mengetahui dan bias membedakan produk gula merah masakan dengan gula aren yang asli?

Kuniarti, Pati

Selengkapnya: Perlukah Bisnis dengan Etika ?

Kembangkan Usaha dengan Resiko Kecil

Kembangkan Usaha dengan Resiko Kecil

 

Tanya :

Saya seorang mahasiswa yang ingin mencoba merintis sebuah usaha, mamun masih ragu, apakah ada jenis usaha kecil yang mudah sukses dan prospeknya menjanjikan? Sering Saya melihat, ada sebuah usaha sudah berkembang, tetapi tiba-tiba gulung tikar, sehingga menjadikan bimbang (takut) memulai usaha. Mohon pencerahan dari pengasuh Klinik UMKM Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK) mengenai jenis usaha kecil yang menjanjikan dengan modal kecil atau paspasan.

 

Nuri, Pati

 

Selengkapnya: Kembangkan Usaha dengan Resiko Kecil

Kuantitas atau Kualitas Produk yang Utama

Tanya:

Tim pengasuh klinik UMKM Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK) yang terhormat. Saya ingin bertanya, awal-awal mengembangkan sebuah usaha, lebih baik lebih mengutamakan kualitas ataukah kuantitas? Dari pengamatan saya, China sebagai Negara dengan perdagangan terbesar ternyatamengutamakan kuantitas. Jika mengutamakan kualitas, modal awal akan lebih besar dan jumlah barang terbatas, sehingga sulit mempromosikannya karena produknya jadinya mahal.

Yogi, Demak.

Selengkapnya: Kuantitas atau Kualitas Produk yang Utama

Saat Besarnya Pajak Jadi Momok Pengusaha

 

Saat Besarnya Pajak Jadi Momok Pengusaha

Tanya:

Dulu Saya bekerja sebagai pelayan ruko konveksi di Pasar Kliwon sekitar lima tahun. Setelah mendapatkan cukup pengalaman, kini Saya membuka usaha konveksi sendiri. Setelah jalan empat tahun, alhamdulillah mulai berkembang pesat dan sekarang telah memiliki tiga karyawan tetap. Saya cuma lulusan SMP dan tidak tahu menghitung pajak, namun ada keinginan dalam diri  untuk maju dan membuat CV. Akan tetapi, besarnya pajak menjadi kekhawatiran ke depan, apalagi jika penjualan sepi. Mohon penjelasannya.

 

Maryono, Jekulo Kudus

 

Selengkapnya: Saat Besarnya Pajak Jadi Momok Pengusaha

Strategi Mengembangkan Bisnis Kerajinan Tangan

Tanya:

Saya baru mulai usaha hand made (kerajinan tangan) papercraft untuk hadiah wisuda, kado (suvenir) pernikahan, hadiah ulang tahun, dan lain sebagainya. Saya lihat bisnis ini belum banyak pesaing, khususnya di Kudus dan sekitarnya. Bagaimana strategi yang sesuai dan efisien untuk mempromosikan produk saya agar dapat berkembang?

Lia, Demak

Selengkapnya: Strategi Mengembangkan Bisnis Kerajinan Tangan

Halaman 1 dari 12

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Kotak Saran dan Masukan

Silahkan kirim Saran / Pertanyaan seputar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus melalui link dibawah ini

saran untuk prodi akuntansi silahkan dikirm melalui email ke kotaksaran.prodiakuntansi.umk@gmail.com

Go to top